[Update Takalar] Masuki Musim Tanam, Petani Dilarang Menanam

Petani Polongbangkeng, Takalar masih terus berjuang melawan penindasan dan represi untuk memperlemah kekuatan mereka. Disaat memasuki musim hujan yang juga berarti dimulainya musim tanam, pihak PTPN XIV justru melarang petani menanam di lahan yang diklaim sebagai area sengketa. Pelarangan ini diperkuat dengan menerjunkan pasukan Brimob untuk berjaga-jaga di seluruh areal untuk mengusir warga yang menanami tanah mereka.

PTPN XIV beralasan bahwa pelarangan tersebut adalah hasil kesekapatan dalam pertemuan dengan berbagai pihak seperti Kepolisian, Kejaksaan, Pemerintah Daerah Takalar, LSM dan unsur lainnya beberapa waktu lalu, yakni sambil menunggu proses hukum berlangsung untuk menentukan status hukum tanah yang disengketakan. Anehnya, PTPN XIV justru tanpa jeda terus mengolah tanah-tanah warga yang selama ini dipersoalkan. Pengolahan bahkan telah sampai mendekati wilayah permukiman warga, dan jelas tak pernah dipersoalkan oleh kepolisian.

Pelarangan ini tentu saja diprotes oleh petani. Kini, dengan kekuatan tersisa petani masih mempertahankan tanahnya, dan memaksa untuk terus bercocok tanam. Masih terjadi konflik-konflik kecil antara beberapa orang warga dengan polisi di lapangan. Berdasarkan kenyataan bahwa bertani adalah tumpuan penghidupan petani, pelarangan ini memperjelas kekejaman korporasi dan aparat negara yang selalu beroposisi dengan kepentingan petani dan masyarakat lainnya.

0 komentar:

Posting Komentar